Pecuk konsolidasikan pengamat burung se-Surabaya

December 12, 2007

 

Setelah sekian lama vacuum tanpa kegiatan bersama, Kelompok Pengamat Burung se-Surabaya akhirnya dapat  loafing  bersama di selasar gedung H Kampus ITS Surabaya. Acara santai yang dikonsep Pecuk pada tanggal 21 Nopember 2007 dimaksudkan untuk kembali mengaktifkan kegiatan bersama seperti yang telah terjalin beberapa tahun sebelumnya dan sempat kosong akhir-akhir ini. Walaupun undangan cukup dengan SMS (short message service) ternyata tidak menyurutkan niat para pengamat burung untuk hadir, terbukti kelompok-kelompok yang telah eksis  ikut menunjukkan paruhnya, seperti Peksia, Anak Burung, dan Kirik-kirik. Sebagai anggota baru dalam komunitas ndelok manuk  ini telah bergabung Pecinta Lingkungan Hidup Siklus ITS.

 

Beralas tikar dengan camilan seadanya, acara dimulai jam 16.00 WITS dengan dimoderatori Agus Satriyono dari Pecuk. Sambutan ketua Pecuk, Ekho, mengawali acara dan menyampaikan harapan semoga jalinan kerjasama yang pernah terjalin kembali berjalan lagi. Kemudian Ekho juga memaparkan agenda yang akan digeber Pecuk, salah satunya Water Birds Watcing Race yang InsyaAllah bulan februari mendatang. Banyaknya orang baru dalam pertemuan ini maka dilakukan acara perkenalan lagi, apalagi pada pertemuan ini calon anggota Pecuk yang masih menjalani seleksi dalam Fledgling of Pecuk #1 banyak yang hadir.

 

Anak Burung yang diwakili Iwan Londo memberikan apresiasi yang baik bagi Pecuk yang telah menginisiasi acara yang sebenarnya sudah lam ditunggu, karena memang sudah lama tidak loafing bareng seperti dulu, dan selama ini tidak ada yang mengorganisir lagi. Ditambahkan lagi, saat ini Anak Burung masih sibuk dengan agenda flaging burung pantai migran di Pertambakan Wonorejo Surabaya dan Pantai Mutiara Jambi yang merupakan project dari Wildlife Conservancy Society (WCS). Kesibukan ini yang membuat intensitas pengamatan bareng atau sekedar loafing menjadi terbatas, tapi dengan adanya acara yang dibuat Pecuk, Bang Londo menyempatkan hadir dan meninggalkan koloninya yang sedang memasang jaring di Wonorejo. Bang Londo juga menyampaikan peluang bagi teman-teman Biologi dalam Ornithology yang cukup besar, pernyataan ini setelah mendapat pertanyaan dari Piul Pecuk, yang penting semua aktivitasnya ditulis dan dipublikasikan ke komunitas Ornithology dan tawaran kerja atau project itu akan datang dengan sendiri. Harapan yang disampaikan di akhir pembicaraannya Bang Londo menginginkan acara seperti ini digeber  secara rutin, dan tanpa membuat wadah lagi untuk menaungi, cukup dengan forum seperti ini untuk mengakomodasi pengamat se-Surabaya.

 

Kehadiran Siklus memberi warna dan semangat baru atas kepedulian masyarakat dalam penyelamatan burung di alam. Siklus membuat formasi menjadi berubah, bertambahnya formasi membuat jaringan  semakin luas dan kuat sehingga dapat menunjang Visi Bijaksana dengan Alam. Pertmemuan kali ini juga menjadi ajang perkenalan generasi berbeda dari masing-masing lembaga, hal ini karena tampuk kepemimpinan dan kepengurusan yang sudah alih generasi. Peksia dengan ketua yang baru, Lukman, lalu Kirik-kirik dengan diwakli Tirta, dan Pecuk dengan kader mudanya. Pendekatan generasi baru ini semoga dapat menunjang keberlanjutan kerjasama dimasa yang akan datang.

 

Loafing kali ini menjadi awal dan pemicu untuk kerjasama yang lebih rutin lagi, oleh karena itu pada akhir pembicaraan, diputuskan akan dilaksanakan setiap bulan sekali dengan tuan rumah yang bergantian. Untuk bulan Desember, Pecuk kembali dipercaya sebagai tuan rumah.

 

(s3o/pecuk)