Cangak merah (Ardea purpurea) melintas diatas kawasan hutan kampus ITS

September 17, 2008

Woih…..liat tuh ada burung cangak” teriak salah seorang Birdwatcher (julukan bagi pengamat burung, red.). Teriak mas ardian sembari melihat burung cangak yang melintas diatas kawasan hutan kampus ITS Surabaya. Sontak Birdwatcher yang lain melihat cangak merah (Ardea purpurea) yang berkoloni terbang sebanyak 4 individu.

 

Pengamatan jum’at sore (12/09/08) merupakan salah satu momen rutinitas bagi teman-teman peCUK. Pengamatan kali ini diikuti oleh punggawa dan srikandi peCUK, diantaranya ajie, arifin, cuplis, syafiul, agus, anien, dan lintang. Ada 21 jenis burung yang teramati dan teridentifikasi termasuk Ardea Purpurea.

Cangak merah atau disebut dengan Ardea Purpurea yang termasuk suku Ardeidae memiliki ciri-ciri morfologi (Menurut Mc Kinnon) yaitu berukuran besar (80 cm), berwarna abu-abu, coklat berangan, dan hitam. Topi hitam dengan jambul menjuntai. Terdapat setrip hitam menurun sepanjang leher yang merah-karat khas. Punggung dan penutup sayap abu-abu, bulu terbang hitam. Bulu lainnya coklat kemerahan.

Selain Cangak merah (Ardea Purpurea) ada 20 jenis burung lain yang teramati dan teridentifikasi. Dari semua jenis yang teramati sebanyak 21 jenis burung, terdapat beberapa jenis burung yang jarang teramati di kawasan hutan kampus yakni Trinil semak (Tringa glareola) yang berkoloni sebanyak 21 individu. Burung ini (Tringa glareola, red.) berhasil kami identifikasi ketika berada diareal persawahan di hutan kampus ITS.

Demikian reportase pengamatan rutin mingguan studi burung liar “peCUK” ITS. Dan melalui monitoring mingguan ini diharapkan ada data base burung-burung liar baik di kawasan hutan kampus ITS maupun di kawasan Surabaya. (afien_4r/MIK)

VIVAT “peCUK”…!!!!!!!, bersenang…….senang……………….    


Gelatik Jawa (Padda oryzivora) di Hutan Kampus ITS

September 7, 2008

Sore ini (29082008) kelompok studi burung liar (peCUK) melakukan pengamatan rutin di hutan kampus tepatnya berada di belakang stadion sepak bola ITS. Tempat ini merupakan sarang dan tempat beristirahat bagi para burung liar. Akan tetapi kondisi hutan kampus saat ini tidak seperti yang dulu, karena banyak lahan yang terbakar dan di babat untuk dijadikan arel persawahan. Namun kondisi yang seperti itu tak menyurutkan langkah kami untuk mengamati burung liar yang ada disitu. Pengamatan sore ini dilakukan oleh saya Anien, Arnold, Ajie, Eni, Idah, Haya, Arifin, Ardian , Burhan, Lintang dan Putut yang datang karena adanya undangan terbuka bagi yang ingin ikut pengamatan kali ini. Karena terlalu banyaknya orang yang ikut pengamatan dan tidak dibagi menjadi beberapa tim suasana pengamatan tidak begitu terjaga, padahal etika pengamatan kan tidak boleh berisik,..he..he..he

Di tempat yang biasanya dipakai sebagai tempat bakar2 singkong Burhan melihat sesosok burung di tengah danau atau rawa yang hampir mengering dan ternyata buruing itu adalah gelatik jawa (Padda orizyvora), yang selama saya bergabung di peCUK, belum pernah saya melihat burung tersebut. Usut punya usut, ternyata kemungkinan burung tersebut adalah burung yang sengaja dilepaskan setelah dipergunakan untuk praktikum sistematika hewan sekitar 2-3 tahun yang lalu, dan siapa yang nyangka, kalau ternyata burung ini mampu bertahan hidup di tempat tersebut yang tergolong habitat yang baru bagi dirinya..

selain gelatik jawa kami juga menemukan beberapa jenis burung yang lain, diantaranya :

  1. 1. Ardeola speciosa (Blekok sawah)
  2. 2. Ixobrychus cinnamomeus (Bambangan merah)
  3. 3. Ixobrychus flavicollis (Bambangan hitam)
  4. 4. Amaurornis phoenicurus (Kareo padi)
  5. 5. Gallinula chloropus (Mandar batu)
  6. 6. Streptopelia chinensis (Tekukur biasa)
  7. 7. Collocalia linchi (walet linchi)
  8. 8. Pycnonotus aurigaster (Cucak kutilang)
  9. 9. Prinia flaviventris (Perenjak rawa)
  10. 10. Dicaeum trochileum (Cabe jawa)
  11. 11. Lonchura leucogastroides (Bondol jawa)
  12. 12. Lonchura maja (Bondol haji)
  13. 13. Pycnonotus goaivier (Merbah cerucuk)
  14. 14. Collocalia fudnifaga (Walet sarang putih)
  15. 15. Tringa sp(Trinil)
  16. 16. Porzana cinerea(Tikusan)
  17. 17. Hirundo sp(Layang-layang)
  18. 18. Passer montanus (Gereja erasia)

Pengamatan kali ini selesai, ketemu di pengamatan minggu depan…

Vivat peCUK !!! Bersenang-senang

Written By : (A.N.I.E.N) and Posted by : (afien_4r/MIK_PECUK)


Sore Ini : Nonton Burung dan…Makan Singkong

May 13, 2008

Sore ini, seperti biasanya di hari selasa, kami teman – teman peCUK melakukan pengamatan di Hutan Kampus ITS. Hutan yang seharusnya lebih tepat dikatakan sebagai ladang kampus. Tapi tetap saja, tempat ini menjadi bagian yang penting bagi para burung yang tinggal di sana. Pengamatan sore ini dilakukan oleh saya sendiri, Arnold, Mas Agus, Ekho, Euis, Mas Piul, Evit dan terakhir Ajie yang datang terakhir. Untuk Euis sendiri, mungkin ini pengalaman pertamanya melakukan pengamatan burung (bersama anak peCUK). Euis sendiri merupakan teman dari Intertides Ecological Community. Sebuah komunitas yang fokus mengkaji ekologi lautan. Tapi ngapain ngeliatin burung ? Ah, ya udahlah, memangnya untuk melihat butuh “alasan” yang rumit2.

Di sore ini, seperti biasanya selain mengamati burung kami juga melakukan  aktivitas lain yaitu membaca buku pelajaran melakukan acara bakar – bakar singkong atau bisa disebut juga pohong atau Manihot utilisima. Pokoknya asik lah! Untuk pembahasan mengenai acara bakar – bakar ini butuh bab tersendiri. Jadi di lain waktu aja.

Lalu hasil pengamatan sore ini, kami memperoleh beberapa jenis burung, diantaranya

  1. Egretta garzetta (Kuntul kecil)
  2. Ardeola speciosa (Blekok sawah)
  3. Butorides striata (Kokokan laut)
  4. Ixobrychus cinnamomeus (Bambangan merah)
  5. Ixobrychus flavicollis (Bambangan hitam)
  6. Amaurornis phoenicurus (Kareo padi)
  7. Gallinula chloropus (Mandar batu)
  8. Centropus bengalensis (Bubut alang – alang)
  9. Streptopelia chinensis (Tekukur biasa)
  10. Collocalia linchi (walet linchi)
  11. Merops leschenaulti (Kirik-kirik senja)
  12. Pycnonotus aurigaster (Cucak kutilang)
  13. Acrocephalus stentoreus (Kerakbasi ramai)
  14. Prinia flaviventris (Perenjak rawa)
  15. Dicaeum trochileum (Cabe jawa)
  16. Lonchura punctulata (Bondol peking)
  17. Lonchura maja (Bondol haji)

Demikianlah hasil pengamatan untuk kali ini. Sampai jumpa lagi di kesempatan lain…

Arnold peCUK

nb : Untuk penulisan dan urutan disengaja mengikuti Buku Daftar Burung Indonesia no. 2, sekalian belajar ajah.