Sore ini hujan dereees banget di ITS, bahasa kerennya sih it was really hard rain. Sambil duduk- duduk menikmati guyuran air hujan di Palm Corner Bio yang namanya pengamat burung teteep aja disempet- sempetin ngamatin burung. Burung apa sih yang hujan- hujan deres gini nekat terbang ?
Satu- satunya burung yang terlihat dari palm corner cuman Collocalia linchi atau linchi swiftlet. Beberapa ekor terbang dengan caranya yang khas berputar- putar nggak jelas plus usaha penuh melawan derasnya air hujan. Herannya kok bisa sih dia tetep nekat hujan dalam kondisi hujan deras kayak gini. Apa yang mendasarinya melakukan hal tersebut. Kebanyakan burung justru memilih tempat yang teduh dan kering pada saat hujan untuk melindungi bulunya dari kebasahan. Buktinya g keliatan sama sekali burung selain walet yang terbang pas hujan deres kayak gini.
Menurut Dr. Roger Lederer, seorang Professor dari Biological Sciences CSU, hal ini bisa terjadi pada semua burung karena burung punya kemampuan tahan air lho. Bulu mereka terbuat dari protein yang mirip dengan kuku jari kita, yang membuat mereka fleksibel dan tahan air. Bulu yang tumpang tindih satu sama lain seperti atap rumah membuat burung aerodinamis dan waterproof. Burung juga memiliki kelenjar minyak di pangkal ekor mereka yang mereka gunakan untuk membuat lapisan kedap air di bulu mereka. Beberapa jenis burung, seperti Kuntul, memiliki apa yang disebut butiran halus seperti bedak yang dihasilkan oleh dekomposisi dari bulu bawah khusus untuk menolak air. Dan burung memiliki kelopak mata ketiga, membran tembus, yang memungkinkan mereka untuk menghadapi hujan dengan mata yang dilindungi.
Ternyata g cuman walet aja yang nekat terbang saat hujan ^^
_17.09 masih menunggu hujan ^-^