WBWR 2012

Latar Belakang

Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, hal tersebut tidak menghalangi pemerintah kota Surabaya untuk melindungi dan mempertahankan habitat alami yang mendukung keberadaan spesies penyusun keanekaragaman hayati di wilayahnya. Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan salah satu kampus di Surabaya yang mendukung cita-cita pemerintah kota Surabaya dalam melindungi keberadaan ruang terbuka hijau untuk mendukung kehidupan banyak spesies burung. Sampai saat ini wilayah kampus ITS Surabaya yang lokasinya berada di Surabaya timur ini telah dijadikan tempat tinggal dari 70 lebih spesies burung yang terdiri dari burung air dan non-burung air. Potensi lingkugan yang dimiliki oleh kampus ITS Surabaya ini secara tidak langsung akan berperan besar untuk menjaga salah habitat alami yang dimiliki oleh Kota Surabaya. Demi mendukung upaya tersebut maka hal paling mendasar yang harus dilakukan adalah menjaga kestabilan ekosistem.

Ekosistem lingkungan alam sangat penting pengaruhnya dalam kehidupan umat manusia. Kestabilan ekosistem  lingkungan alam  akan memberikan dampak positif bagi manusia, sebaliknya jika lingkungan alam sekitar kita rusak akan berakibat buruk bagi manusia. Salah satu komponen penyusun kesetimbangan ekosistem lingkungan adalah burung. Burung memiliki peranan penting dalam ekosistem karena burung berfungsi sebagai pengontrol populasi serangga dan membantu penyerbukan bunga serta pemencaran biji (Hayati et. al., 2003). Ekosistem dapat dijaga, salah satunya dengan cara konservasi burung. Konservasi mencakup berbagai aspek positif, yaitu perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan secara berkelanjutan, restorasi dan penguatan lingkungan alam (IUCN, 1980 dalam Iskandar, 2000).

Selain kampus ITS, terdapat potensi besar yang dimiliki oleh daerah sepanjang muara sungai Porong sampai ke Laut. Daerah ini merupakan jalur yang dilalui oleh burung migran (burung yang melakukan migrasi). Walaupun daerah muara Porong telah terkena dampak buangan lumpur Lapindo ternyata hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap keanekaragaman avifauna di daerah tersebut. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mensosialisasikan keanekaragaman burung yang terdapat di salah satu wilayah Surabaya dan muara porong tersebut, maka KSBL Pecuk bermaksud mengadakan Lomba Pengamatan Burung Air (Water Bird Watching Race) 2012 langsung di habitat asli burung-burung tersebut sebagai wujud kepedulian kalangan akademisi terhadap lingkungan.

 

Klik untuk info lebih lanjut tentang WBWR 2012.

sepenggal cerita tentang si putih kasat mata itu…

Sebagai kampus terhijau nomor tujuh belas di dunia menurut Green Metric UI, ITS dipastikan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Bangsa burung-burungan adalah salah satunya. Kelompok Studi Burung Liar Pecuk mencatat setidaknya ada lima puluh jenis burung yang tercatat di ITS.  Kali ini, buletin Biogonal akan membahas sedikit tentang salah satu burung air yang ada di ITS, yakni Blekok Sawah.

Blekok sawah atau yang dikenal dengan nama Ardeola Speciosa ini masih dapat dijumpai di ITS. Salah satu site yang kerap disinggahi adalah di kawasan belakang stadion ITS. Daerah yang biasa disebut sebagai kawasan hutan kampus tersebut memang merupakan habitat bagi burung air  seperti Blekok sawah. Sebab, hutan kampus saat ini merupakan salah satu lahan basah yang menyediakan makanan bagi blekok sawah.

Sebagai salah satu burung air, blekok sawah kerap beraktivitas di lahan basah seperti sawah untuk mencari makanan. Burung ini biasa memakan ikan, kepiting sawah dan serangga seperti belalang, capung. panjang badan nya bisa mencapai 45 cm. Badannya berwarna putih dengan kepala sampai leher berwarna cokelat muda berberca cokelat tua, sayapnya berwarna coklat tua, dada sampai perut berwarna putih, dengan paruh panjang berwarna kuning  ujungnya hitam, kaki nya panjang khas burung air berwarna kuning. 

Burung ini mempunyai warna yang berbeda ketika masa kawin, pada masa ini, burung blekok mempunyai warna kepala kuning tanpa bercak sampai ke leher, bagian sayap atas nya berwarna coklat ke abuan, pada dadanya terdapat warna coklat, dari perut sampai ke bawah berwarna putih, burung blekok bertelur dari bulan Juni sampai bulan September.

Adanya peringatan untuk tidak menembak burung di area ITS sangat menunjang kehidupan Blekok sawah. Sebab, saat ini, Blekok sawah merupakan salah satu burung yang dilindungi dalam Undang-undang nomor lima tahun 1990. Selain itu, dalam status konservasi birdlife international, Blekok Sawah tercatat dalam status terancam.

Image

 

Blekok Sawah 

Kingdom             Animalia

Filum                  Chordata

Sub Filum           Vertebrata

Kelas                  Aves

Ordo                  Ciconiiformes

Famili                 Ardeidae

Genus                 Ardeola

Spesies               Ardeola speciosa

                           (Horsfield, 1821)

 

 

 

 

Kok Bisa Dia Tetap Terbang Saat Hujan (a little curiosity about crazy Swiftlet :P)

Sore ini hujan dereees banget di ITS, bahasa kerennya sih it was really hard rain. Sambil duduk- duduk menikmati guyuran air hujan di Palm Corner Bio yang namanya pengamat burung teteep aja disempet- sempetin ngamatin burung. Burung apa sih yang hujan- hujan deres gini nekat terbang ?

Satu- satunya burung yang terlihat dari palm corner cuman Collocalia linchi atau linchi swiftlet. Beberapa ekor terbang dengan caranya yang khas berputar- putar nggak jelas plus usaha penuh melawan derasnya air hujan. Herannya kok bisa sih dia tetep nekat hujan dalam kondisi hujan deras kayak gini. Apa yang mendasarinya melakukan hal tersebut. Kebanyakan burung justru memilih tempat yang teduh dan kering pada saat hujan untuk melindungi bulunya dari kebasahan. Buktinya g keliatan sama sekali burung selain walet yang terbang pas hujan deres kayak gini.

Menurut Dr. Roger Lederer, seorang Professor dari Biological Sciences CSU, hal ini bisa terjadi pada semua burung karena burung punya kemampuan tahan air lho. Bulu mereka terbuat dari protein yang mirip dengan kuku jari kita, yang membuat mereka fleksibel dan tahan air. Bulu yang tumpang tindih satu sama lain seperti atap rumah membuat burung aerodinamis dan waterproof. Burung juga memiliki kelenjar minyak di pangkal ekor mereka yang mereka gunakan untuk membuat lapisan kedap air di bulu mereka. Beberapa jenis burung, seperti Kuntul, memiliki apa yang disebut butiran halus seperti bedak yang dihasilkan oleh dekomposisi dari bulu bawah khusus untuk menolak air. Dan burung memiliki kelopak mata ketiga, membran tembus, yang memungkinkan mereka untuk menghadapi hujan dengan mata yang dilindungi.

Ternyata g cuman walet aja yang nekat terbang saat hujan ^^

_17.09 masih menunggu hujan ^-^