Latar Belakang
Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, hal tersebut tidak menghalangi pemerintah kota Surabaya untuk melindungi dan mempertahankan habitat alami yang mendukung keberadaan spesies penyusun keanekaragaman hayati di wilayahnya. Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan salah satu kampus di Surabaya yang mendukung cita-cita pemerintah kota Surabaya dalam melindungi keberadaan ruang terbuka hijau untuk mendukung kehidupan banyak spesies burung. Sampai saat ini wilayah kampus ITS Surabaya yang lokasinya berada di Surabaya timur ini telah dijadikan tempat tinggal dari 70 lebih spesies burung yang terdiri dari burung air dan non-burung air. Potensi lingkugan yang dimiliki oleh kampus ITS Surabaya ini secara tidak langsung akan berperan besar untuk menjaga salah habitat alami yang dimiliki oleh Kota Surabaya. Demi mendukung upaya tersebut maka hal paling mendasar yang harus dilakukan adalah menjaga kestabilan ekosistem.
Ekosistem lingkungan alam sangat penting pengaruhnya dalam kehidupan umat manusia. Kestabilan ekosistem lingkungan alam akan memberikan dampak positif bagi manusia, sebaliknya jika lingkungan alam sekitar kita rusak akan berakibat buruk bagi manusia. Salah satu komponen penyusun kesetimbangan ekosistem lingkungan adalah burung. Burung memiliki peranan penting dalam ekosistem karena burung berfungsi sebagai pengontrol populasi serangga dan membantu penyerbukan bunga serta pemencaran biji (Hayati et. al., 2003). Ekosistem dapat dijaga, salah satunya dengan cara konservasi burung. Konservasi mencakup berbagai aspek positif, yaitu perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan secara berkelanjutan, restorasi dan penguatan lingkungan alam (IUCN, 1980 dalam Iskandar, 2000).
Selain kampus ITS, terdapat potensi besar yang dimiliki oleh daerah sepanjang muara sungai Porong sampai ke Laut. Daerah ini merupakan jalur yang dilalui oleh burung migran (burung yang melakukan migrasi). Walaupun daerah muara Porong telah terkena dampak buangan lumpur Lapindo ternyata hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap keanekaragaman avifauna di daerah tersebut. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mensosialisasikan keanekaragaman burung yang terdapat di salah satu wilayah Surabaya dan muara porong tersebut, maka KSBL Pecuk bermaksud mengadakan Lomba Pengamatan Burung Air (Water Bird Watching Race) 2012 langsung di habitat asli burung-burung tersebut sebagai wujud kepedulian kalangan akademisi terhadap lingkungan.
Klik untuk info lebih lanjut tentang WBWR 2012.
